Sepucuk pesan

Aku pingin cerita. Beberapa waktu lalu aku nemenin papaku reuni sekolah. Mamaku juga ikut nemenin. Terus ditengah-tengah acara mama mbisikin aku "Ini yang dateng reuni kayak gini yang sukses-sukses. Nggak mungkin yang nggak sukses berani dateng." Aku cuma diem. Terus waktu pulang aku tanya papaku akan kebenaran pernyataan mamaku. Dan ternyata papaku membenarkan, papaku bahkan cerita saat reuni gitu secara terselubung justru jadi ajang pamer kesuksesan. Kerjaannya gimana, anaknya jadi apa, punya rumah dimana aja. Makanya yang merasa tidak punya apa-apa untuk dipamerkan memilih untuk menghilangkan kabarnya dan rela untuk nggak diingat namanya.

Aku kaget setengah nggak percaya. Acara reuni kan seharusnya jadi acara yang sentimental. Dimana bersama-sama saling melepas kangen, mengenang masa lalu, memutar memori bagaimana tertawa-menangis-berjuang bersama. Bukannya jika bertemu teman lama yang diingat kenangan indahnya? Kenapa ini justru tadi bawa mobil apa?

Temen-temen, aku nggak mengatakan bahwa semua reuni seperti itu. Aku nggak mengatakan bahwa semua hubungan pertemanan nantinya akan seperti itu. Bahkan aku juga tidak tanya papa kok, dulunya mereka gimana? Sedekat apa? Apa sedekat kita?

Tapi aku sadar sesuatu, bahwa kemungkinan itu ada.. bukan hal yang mustahil kalau nanti kita menjadi begitu egois. Jangan salah paham yaa.. aku nggak mencurigai kita kok. Aku percaya kita nggak akan seperti itu.

Tapi ijinin aku sekedar membagi harapan. Aku pingin, jadi apapun kita nanti, sesukses apapun, sebesar apapun, jangan pernah berubah. Tetaplah jadi seperti ini, dimana pertemanan kita tulus tanpa melihat kepentingan. Dimana saat reuni nanti aku pingin kayak farewell kemarin, yang diinget cuma kenangan, waktu kita senang susah bareng. Atau yang diinget waktu kita saling bully, ghibah, bolos, abisin bekal dibelakang bareng, makan bareng kalau ada yang ultah, open table, forum kelas, remed berjamaah. Momen kecil tapi ngangenin banget. Aku pingin hal itu yang mendominasi, dimana pembicaraan soal keberhasilan yang diraih nanti bukan jadi sarana menaikkan ego tapi jadi kabar bahagia bareng-bareng.

Jangan pernah lupa ya.. untuk jadi sesukses itu nanti ada temen-temen yang dulu berjuang bareng sama kamu, yang nyemangatin kamu, menguatkan kamu, percaya kamu bisa, mendoakan kamu, ikut sedih saat kamu gagal, ikut bahagia saat kamu berhasil. Kamu nggak pernah sendiri untuk menjadi kamu yang kamu nantinya.

Temen-temen kalo kalian mau tau, aku bangga banget sama kalian semua... Dan rasa banggaku gak akan berkurang jadi apapun kalian nanti (asalkan bukan kriminal dan koruptor). Kalian temen-temen terhebatku. Aku selalu mendoakan semoga kita semua tanpa terkecuali jadi orang yang berhasil. Amiin..

Terimakasih udah mau repot-repot baca dan terimakasih udah mau jadi temenku selama ini yang nerima aku apa adanya tanpa liat fisikku atau tas merk apa yang aku pake.
Tetap jadi seperti ini yaa:))

Comments

Nizar said…
Jadiin film ah
Unknown said…
Aduh mil, jgn lupain ak y kalau sukses.
Wiih anak film.. gimana caranya dibikin film?😂
Nggak akan laah.. jangan lupain aku juga yaa😂 saling bantu saling dukung

Popular Posts